Macromedia Flash… pastinya para blogger dan semua netter sudah tidak asing lagi (bahkan banyak yang sudah jadi master) dengan salah satu software atau aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat animasi multimedia yang interaktif ini.
Animasi multimedia ini bisa saja digunakan untuk mempercantik halaman web interaktif, materi pendidikan interaktif, animasi web, simulasi interaktif, game animasi, film kartun, presentase, dll.
Terus terang saja, dalam posting ini BUKAN TUTORIAL bagaimana cara membuat animasi multimedia dengan macromedia flash, tapi di blog ini hanya menunjukkan salah satu contoh Animasi FLASH untuk presentase “PENGENALAN MACROMEDIA FLASH”
Yang disampaikan dalam presentase ini seputar: “Apa macromedia flash itu?, manfaat flash, sumber-sumber belajar membuat animasi flash, dan contoh-contoh animasi flash”. Untuk lebih jelasnya, silahkan tampilkan presentasinya…!!!
Tampilkan Animasi...!!!
24 Januari 2010
Pengenalan Macromedia Flash | Contoh Prensentase Blog Diary Zone dengan Animasi Flash
Award Akhir Tahun dan Award Awal Tahun
Award akhir tahun ini, oleh-oleh dari curug orok yang diberikan BU ANNIE, blogger(wati) Keren dari Garut, kayaknya kita tetangga ya, bu… ???
NAH, Ini die award KEREN awal tahun dari blogger indonesia, ACATRAZZ, blog yang isinya "FULL KOLEKSI MUSIK MP3 KEREN"
Satu lagi award KEREN awal tahun, Salah satu Rainbow Award, dari blogger narsis asal jakarte “THERACHMAT”. Bang aye suka moto KERENNYA “FREE YOUR MIND” kalau boleh aye tambahkan “FREE YOUR MIND AND FREE YOUR SOUL” :DDD
Sekali lagi TERIMAKASIH…!!!
09 Januari 2010
Animasi Islamic yang Cantik | 99 Asmaul Husna | Nama-nama Allah yang Indah dan Agung
Daftar 99 Asmaul Husna: Nama-nama Allah yang baik, nama-nama Allah yang Indah dan nama-nama Allah yang agung ini sekaligus menunjukkan sifat-sifatNya yang Maha Sempurna. Semoga Asmaul Husna ini bisa dijadikan dzikir, pengantar do’a-do’a dan bisa mengingatkan betapa kita begitu kecil dan bukan apa-apa di hadapanNya
Untuk mengetahui lebih detail Asmaul husna ini, baik hadits, rincian qur'an yang menerangkannya dan beberapa versi lain para blogger dan semua netter bisa melihatnya di Paman Google atau bisa langsung cek di Wikipedia dan jika ingin mendawamkan (mengamalkan) sebagai dzikir rutin, untuk lebih semangatnya silahkan lihat dulu faedah dan fadhilah Asmaul Husna di Muslim-Indonesia1. Ar Rahmaan Maha Pengasih, kepada segala makhluk-Nya (secara umum) 2. Ar Rahiim Maha Penyayang, kepada yang beriman (secara khusus) 3. Al Malik Maha Berkuasa, atas makhluk dan alam semesta 4. Al Qudduus Maha Suci, atas segala noda, kerendahan, dari dari hal yang baru 5. As Salaam Maha Menyelamatkan, sumber segala keselamatan 6. Al Mu’min Maha Pemelihara Keamanan, sumber keamanan dan ketentraman 7. Al Muhaimin Maha Penjaga dan Pemelihara, atas rezeki, kehidupan dan umur 8. Al Aziiz Maha Mulia dan Perkasa, sumber kekuatan dan ketangguhan 9. Al-Jabbaar Maha Perkasa, yang kehendak-Nya tidak dapat diingkari 10. Al-Mutakabbir Maha Megah, pemilik segala kebesaran 11. Al Khaliiq Maha Maha Pencipta, seluruh jagat raya ini atas kehendak-Nya 12. Al Baari’ Maha Melepaskan, suatu benda dari benda lain,keseimbangan 13. Al Mushawwir Maha Pembentuk, dan pencipta aneka ragam rupa makhluk 14. Al Ghaffaar Maha Pengampun,dosa jin dan manusia yang bertobat,kecuali syirik 15. Al Qahhaar Maha Pemaksa, mampu memaksa makhluk-Nya atas kehendak-Nya 16. Al Wahhab Maha Pemberi, yang melimpahkan karuniaNya 17. Al Razzaaq Maha Pemberi Rezeki, yang tiada putus-putusnya 18. Al Fattaah Maha Pembuka (Rahmat) 19. Al ‘Aliim Maha Mengetahui, atas segala makhluk-Nya 20. Al Qaabidh Maha Pencabut, mencabut kenikmatan dan menyempitkan rezeki 21. Al Baasith Maha Melapangkan: Rezeki dan kemudahan hidup 22. Al Khaafidh Maha Merendahkan, martabat makhlukNya 23. Ar Raafi’ Maha Meninggikan, martabat makhluk-Nya 24. Al Mu’izz Maha Pemberi Kemuliaan, keluhuran kehormatan 25. Al Mudzill Maha Pemberi Kehinaan, hina-dina dan kerendahan 26. As Samii’ Maha Mendengar, suara hati bahkan yang lebih halus lagi 27. Al Bashiir Maha Melihat, yang sehalus dan serahasia-rahasianya 28. Al Hakam Maha Menetapkan Hukum, keputusan yang tepat atas segala perkara 29. Al’Adl Maha Adil mengatur setiap perkara dengan keadilan-Nya 30. Al Lathiif Maha Lembut, penyantun dengan halus atas makhluk-Nya 31. Al Khabiir Maha Waspada, atas setiap rahasia serta memahami maknanya 32. Al Haliim Maha Penyantun, tidak cepat menjatuhkan hukuman orang berdosa 33. Al ‘Azhiim Maha Agung, segala urusan ada dalam kuasa-Nya 34. Al Ghafuur Maha Pengampun kepada makhluk-Nya 35. Asy Syakuur Maha Mensyukuri, pembalas jasa atas perbuatan baik makhluk-Nya 36. Al ‘Aliyy Maha Tinggi, tidak ada yang mengatasinya 37. Al Kabiir Maha Besar 38. Al Hafiizh Maha Pemelihara, tidak sulit dan tidak berat memelihara ciptaan-Nya 39. Al Muqiit Maha Pemelihara,menjaga dan berkuasa atas makhluk-Nya 40. Al Hasiib Maha Pembuat Perhitungan,mengetahui dan mencukupi kebutuhan 41. Al Jaliil Maha Luhur, pemilik keagungan, kekayaan, kesucian, kmuliaan 42. Al Kariim Maha Mulia, pemurah lagi mulia 43. Ar Raqiib Maha Pengawas, sehingga tak mungkin lepas dari pengawasan 44. Al Mujiib Maha Mengabulkan, menolong segala pemohonan makhluk-Nya 45. Al Waasi’ Maha Luas, kuasa dan rahmat-Nya 46. Al Hakiim Maha Bijaksana, mengatur segala urusan dan hukum-hukumNya 47. Al Waduud Maha Mengasihi, dan dicintai oleh Makhluk-Nya 48. Al Majiid Maha Mulia, pemberi nikmat tiada henti-hentinya 49. Al Baa’its Maha Membangkitkan, makhluk-Nya di Hari Kiamat 50. Asy Syahiid Maha Menyaksikan,yang hadir dimanapun tak lepas dari tilik-Nya 51. Al Haqq Maha Benar, yang tetap dalam kebenaran 52. Al Wakiil Maha Pemanggul Amanah, mampu mengatasi segala masalah 53. Al Qawiyyu Maha Kuat, sumber kekuatan dan tidak merasa lelah 54. Al Matiin Maha Kokoh, hebat, mampu dan teguh keputusan-Nya 55. Al Waliyyu Maha Melindungi,senantiasa melindungi hamba-hamba-Nya 56. Al Hamiid Maha Terpuji, tumpuan segala puja dan puji 57. Al Muhshii Maha Penghitung, mengetahui jumlah dan ukuran apapun 58. Al Mubdi’ Maha Memulai, menciptakan makhlukNya tanpa mencontoh 59. Al Mu’iid Maha Mengembalikan 60. Al Muhyi Maha Menghidupkan, Dzat Yang Hidup dan Menghidupkan 61. Al Mumiit Maha Mematikan, menentukan hidup mati makhluk-Nya 62. Al Hayyu Maha Hidup, hiup kekal dan tidak berakhir dengan kematian 63. Al Qayyuum Maha Berdiri Sendiri/Mandiri, tumpuan alam semesta, tidak pernah lupa dan tidur, menguasai isi langit dan bumi 64. Al Waajid Maha Menemukan, memperoleh apa-apa yang dikehendaki-Nya 65. Al Majiid Maha Mulia, Dzat Yang Mahamulia 66. Al Wahiid Maha Tunggal, Dzat, Sifat, Perbuatan, Nama dan Hukum-Nya 67. Al Ahad Maha Esa, tiada duanya 68. Ash Shamad Maha Dibutuhkan, tempat bergantung segala sesuatu 69. Al Qaadir Maha Kuasa,mampu menetukan apa yang dikehendakiNya 70. Al Muqtadir Maha Berkuasa, berkuasa dan menguasai semesta alam 71. Al Muqaddim Maha Mendahulukan, apa yang patut didahulukan, mengubah rencana yang trcatat dalam Lauh Mahfudz 72. Al Mu’akhkhir Maha Mengakhirkan, menunda apa yang seharusnya terjadi 73. Al Awwal Maha Permulaan, Dzat pertama ada dan tidak berpermulaan 74. Al Aakhir Maha Akhir/Penghabisan, paling akhir, kekal abadi, tiada kesudahan 75. Azh Zhaahir Maha Nyata, kebenaran, perbuatan dan ada-Nya 76. Al Baathin Maha Ghaib/Tersembunyi, dari pancaindera manusia 77. Al Waalii Maha Memerintah, mengarahkan, mengatur, dan merencanakan 78. Al Muta’aali Maha Tinggi 79. Al Barr Maha Dermawan, pemberi bermacam nikmat bagi makhluk-Nya 80. At Tawwaab MahaPenerima Taubat, atas sifat rahman dan rahim-Nya,Dia senantiasa menerima taubat hamba-hambaNya yang berdosa, kecuali syirik 81. Al Muntaqim Maha Penyiksa, menghukum yang melanggar hukum-Nya dgn adil 82. Al ‘Afuww Maha Pemaaf, pemaaf kpd hamba yang memohon maaf-Nya 83. Ar Ra’uuf Maha Pengasih, mengungguli kasih saying orangtua kepada anaknya 84. Maalikul Mulki Maha Menguasai Segala Kerajaan, memiliki kekuasaan abadi 85. Dzul Jalaal Wal Ikraam Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, bersifat Maha Agung yang selayaknya dimuliakan 86. Al Muqsith Maha Adil, dalam menjalankan keadilan dan hukum yang adil 87. Al Jaami’ Maha Menghimpun atau Pengumpul 88. Al Ghaniyy Maka Kaya, sangat sempurna kekayaanNya tidak memerlukan bantuan makhlukNya 89. Al Mughniy Maha Pemberi Kekayaan, pemberi kekayaan kepada hamba-hamba-Nya 90. Al Maani’ Maha Mencegah, mencegah segala sesuatu, baik marabahaya, bencana alam, maupun kenikmatan yang didambakan (jika menghendaki) 91. Adh Dhaarr Maha Pemberi Derita/Bahaya, memberi penderitaan makhluk-Nya 92. An Naafi’ Maha Pemberi Manfaat, memberi kemanfaatan dan kebaikan 93. An Nuur Maha Bercahaya, kepada semesta alam, wajah, jiwa dan kalbu hamba-Nya 94. Al Haadii Maha Pemberi Petunjuk,membibing ke jalan keselamatan 95. Al Badii’ Maha Pencipta, semesta alam tanpa mencontoh 96. Al Baaqii Maha Kekal, kekal abadi tidak mengalami perubahan, tidak akan binasa dan berakhir 97. Al Waarits Maha Pewaris, pemilik segalanya, manusia pemilik sementara 98. Ar Rasyiid Maha Pandai, membimbing dan menunjukkan manusia ke jalan lurus 99. Ash Shabuur Maha Penyabar, sabar tidak cepat memberi pembalasan , berkenan menerima tobat atas segala dosa,kecuali dosa syirik
Sekarag mari dengarkan, nikmati, renungkan, dan amalkan MP3 Asmaul Husna berikut ini:
Dan jika para netter pernah mengunjungi my-diaryzone, selingkuan diary4share, animasi cantik Asmaul Husna yang indah berikut ini tidak asing lagi. Untuk menikmati dan merenungkan MP3 Asmaul Husna plus Bahasa 'Arab dan full Animasi flashnya silahkan langsung play sajaaaaaaa...!!!
SEMOGA BERMANFAAT...!!!
30 Desember 2009
Tes Buta Warna Ishihara dengan Animasi Flash (.SWF)


Persepsi warna merupakan respon otak atas stimulus yang diterima oleh retina. Telah diidentifikasi ada 3 jenis sel fotoreseptor kerucut -yang diperlukan untuk dapat membedakan warna- yaitu biru, hijau, dan merah. Dibutuhkan minimal 2 sel untuk dapat membedakan warna, dan pada penglihatan warna normal dibutuhkan ketiganya.
Jadi, orang yang buta warna ini biasanya bermasalah ketika melihat warna merah, hijau, dan biru atau campuran dari ketiga warna itu. Para blogger dan semua netter yang tidak buta warna (normal) dan lulus ketika di tes buta warna ishihara mungkin tidak percaya hal ini.
Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita buta warna atau normal, bisa di cek dengan buku tes buta warna ishihara "Ishihara Color Blindness Test" yang terdiri dari campuran warna dan dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah lingkaran. Jika mata kita normal maka di tengah-tengah lingkaran itu akan terlihat ada sebuah angka dan untuk mata buta warna ada yang tidak terlihat sama sekali, ada juga yang samar (melihat angka tapi tidak sama dengan apa yang dilihat oleh mata normal)
Ada kisah nyata, sebetulnya ini rahasia pribadi…, Saya baru tahu kalau saya buta warna 14 tahun yang lalu. Ketika mau kuliah dan menyerahkan formulir pendaftaran, ada tes buta warna sebagai salah satu syarat untuk jurusan tertentu. Karena rencananya kuliah di kedokteran atau perhutani, ikutlah dalam antrian tes buta warna ishihara itu…
“Angka berapa ini…?” Panita pendaftaran mulai menyuruh menyebutkan angka dan saya menjawab dengan yakin, “Angka 12, pak”
Lalu, “Coba angka berapa yang ini…???”
Sayapun menjawab, “Tidak ada pak”
“Kalau yang ini…???”
“Tidak ada juga, pak”
“Lihat juga yang ini…!!!”
Sayapun hanya geleng kepala, “...???!!!,,, tidak ada angka, pak” dan panitia itu hanya tersenyum.
“Coba lagi yang ini…”
“Angka 18, pak” Saya tebak saja, sebetulnya tidak angka yang terlihat. Si Panitia malah Menggeleng sambil tertawa. Ckckck.
Lembar demi lembar buku tes ishiara itu terus di buka secara acak dan semakin dibuka, saya hanya menggelengkan kepala dan menjawab,
“Sama sekali tidak ada angka, pak”
Waktu itu saya merasa heran setengah kesal…, “Aduh...!!! Tes apaan ini…, masa tidak ada angka ditanya ada angka berapa…???!!!”
Saking heran dan tidak percaya dengan tes buta warna ini, akhirnya nengok ke kelakang dan bertanya pada orang yang lagi antri tes juga, “Apa benar tadi itu ada angkanya…???”
Orang itu menjawab, “Ckckckck... Lho… tadi itu, semuanya ada angkanya”
Mendengar itu saya hanya diam dengan segudang tanya, "Benarkah ada angkanya...???"
Karena waktu itu di vonis buta warna, akhirnya daftar di kedokteran dan perhutani gagal total. Karena bingung harus memilih jurusan apa akhirnya pindah haluan dan memilih jurusan matematika tapi kata panitia,
“Kamu harus memilih 2 jurusan!!!, siapa tahu pilihan kesatu gagal, pilihan keduanya lulus…”
“Ya sudah pak, yang keduanya saya pilih jurusan teknik elektro”
“Karena buta warna kamu juga tidak boleh memilih jurusan ini”
Karena waktu itu tidak mau pusing, “Tidak ada apa-apa pak, teknik elektro hanya alternatif, kok. Lagian tidak berminat”
Pulang dari pendaftaran dengan vonis buta warna, sepanjang jalan jadi ingat waktu SD, SMP, dan SMA, “Kalau memang buta warna, pantas saja nilai pelajaran seni rupa tidak lebih dai 6… Mungkin gambar yang disuruh diberi warna merah malah dikasih warna cokelat, atau disuruhnya warna biru… malah diberi warna abu-abu… Terus pantas juga kalau lagi di jalan sering bermasalah dengan polisi, mungkin warna merah dianggap hijau… Entahlah…”
Alhasil… LUCUNYA, dulu malah diterima di jurusan teknik elektro dan lulus kuliah di jurusan itu dengan BUTA WARNA PARSIAL… :DDD
Ya, giiiitu dech… sekarang silahkan cek juga mata para blogger dan semua netter dengan tes buta warna ishihara yang menggunakan animasi flash di sini.
SEMOGA BERMANFAAT…!!!
NB: Tolong dikoreksi kalau dalam posting ini ada penyebutan angka yang salah, maklum yang postingnya BUTA WARNA. Thanks!
09 Desember 2009
Animasi Islamic | Flash Player | Simulasi Belajar Ilmu Tajwid dengan Animasi Flash

Sebelumnya, ada beberapa hal penting sehubungan Ilmu Tajwid ini. Kenapa Ilmu Tajwid penting? Apa Ilmu Tajwid itu? Apa saja cakupan materi Ilmu Tajwid? Apa hukum mempelajari Ilmu Tajwid? Mungkin itu beberapa pertanyaan yang sedikitnya bisa membangkitkan minat untuk mempelajari Ilmu Tajwid.
1. Pentingnya mempelajari Ilmu Tajwid
“… Dan bacalah Al-Quran dengan tartil” (Q.S 73 : 4). Dari Ayat ini, hendaknya membaca Al-Quran dengan perlahan-lahan sehingga membantu pemahaman dan renungan terhadap isi dan maknanya.
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al- Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya” (Q.S 75 : 16-17)
“Nabi saw, membaca Al-Quran dengan madd, kemudian (Anas bin Malik r.a mencontohkan dengan) membaca bismillaahir rahmaanir rahiim seraya memanjangkan bismillaah, memanjangkan ar-rahmaan, dan memanjangkan ar-rahiim” (H.R Bukhari)
Dari ayat dan hadits di atas, secara tidak langsung menuntut kita mempelajari TAJWID untuk mengetahui tata cara membaca Al-Qur’an dengan tartil, fasih, mengetahui bahwa suatu lafazh harus di baca panjang, mengetahui hak-hak huruf dan sifat-sifanya. Dll.
2. Pengertian Tajwid
Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwidan, yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Tajwid juga diartikan sebagai sesuatu yang mendatangkan kebajikan.
Secara istilah tajwid diartikan sebagai ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf (Hijaa-Iyyah), baik hak-hak huruf (haqqul harf) maupun hukum-hukum baru yang timbul setelah hak-hak huruf dipenuhi, yang teridiri atas sifat-sifat huruf, hukum-hukum madd, tarqiq, tafkhim, dan yang lainnya.
Tajwid juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hak-hak huruf (Hijaa-Iyyah), tata tertibnya, mengembalikan huruf kepada makhraj dan sifatnya serta menghaluskan pengucapan dengan cara yang sempurna tanpa berlebih-lebihan, serampangan, tergesa, dan dipaksakan.
3. Cakupan Materi Ilmu Tajwid
Secara umum dibagi 2:
- Haqqul harf, sesuatu yang harus ada pada setiap huruf, yang meliputi sifat-sifat huruf (shifaatul harf) dan tempat keluarnya huruf (makhaarijul harf)
- Mustahaqqul harf, hukum-hukum baru yang ditimbulkan oleh sebab tertentu setelah hak-hak huruf dipenuhi
Jika dirinci, cakupan materi Ilmu Tajwid ini meliputi:
- Makhaarijul huruuf, membahas tentang tempat-tempat keluarnya huruf
- Shifaatul huruuf, membahas tentang sifat-sifat huruf
- Ahkaamul huruuf, membahas tentang hukum-hukum yang lahir dari hubungan antar huruf
- Ahkaamul Maddi wal Qashr, membahas tentang hukum-hukum memanjangkan dan memendekkan bacaan
- Ahkaamul Waqfi wal Ibtida’, membahas tentang hukum-hukum menghentikan dan memulai bacaan
4. Hukum mempelajari Ilmu Tajwid memang Fardhu Kifayah, tapi membaca Al-Quran dengan Tajwid menurut jumhur ‘ulama hukumnya Fardhu ‘Ain
Allahu A'lam
Ya, sekarang silahkan cek ANIMASI ISLAMIC ILMU TAJWIDnya...!!! Supaya lebi jelas silahkan FULL SCREEN dan tidak usah menunggu LOADING selesai.
Install Flash Player jika belum ada
SEMOGA BERMANFAAT...!!!
NB: Bagi yang membutuhkan File Animasi Belajar Tajwid ini (3,54 MB) dan Materi lengkapnya (48 lembar, 574 KB) silahkan kunjungi compilation 4share di Free Download Ebook Islamic!





