14 Agustus 2009

Metodologi Pendidikan Islam

14 Agustus 2009

Metoda/Metode secara sederhana diartikan sebagai strategi, teknik atau cara. Sementara metodologi, merupakan pengetahuan mengenai sebuah metoda, mengkombinasikan strategi, teknik atau cara tersebut untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal apapun, disadari ataupun tidak, sebetulnya mermerlukan metodologi yang tepat. Begitu juga dalam pendidikan.

Metodologi yang tepat dalam pendidikan sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Kerena situasi, kondisi, dan piskologis objek didik (Siswa, anak, teman, tetangga, karyawan, bawahan, dll) berbeda-beda, maka pendidik jangan hanya mengandalkan satu metoda saja dan jangan menganggap atau menyatakan mutlak kebenaran metodanya tersebut.

Dalam islam, ada beberapa metodologi pendidikan yang dapat digunakan pendidik (Pemimpin, orang tua, guru, pejabat, da'i, dll) sebagai acuan, baik dalam lingkungan formal maupun informal. Baik di lingkungan sekolah, instansi, keluarga, ataupun masyarakat secara luas. Metodologi ini dikenal sebagai Metodologi 30 T.

1. TA’LIM (Memberi tahu)
Ta'lim diartikan juga sebagai pengajaran. Ta'lim, merupakan metoda dasar dalam pendidikan. Supaya tidak terjadi salah faham, pertama-tama pendidik menyampaikan pengertian tentang objek-objek (Benda, Keadaan, Persoalan, Kasus) yang sedang dibicarakan.

2. TABYIIN (Memberi penjelasan)
Pendidik harus menjelaskan dengan benar supaya ada kejelasan tentang objek yang beritahukannya itu.

3. TAFSHIIL (Merinci)
Metode ini untuk memberi keterangan secara detail mengenai apa yang dibicarakan atau diberitahukannya sehingga objek didik memperoleh pengertian yang utuh dan mendalam.

4. TAFHIIM (Memahamkan)
Metoda TAFHIIM ini untuk memberikan kesamaan persepsi tentang benda, keadaan, persoalan, ataupun kasus, sehingga tidak terjadi perselisihan mengenai yang dibicarakan. Biasanya perselisihan itu timbul karena adanya pemahaman yang berbeda tetang objek yang sama.

5. TARJIH (Memilih yang lebih mendekati kebenaran)
Jika ada dua alasan atau lebih yang berbeda menengai suatu objek, maka pilihlah yang mendekati kebenaran dan kemaslahatan

6. TAQRIB (Melakukan pendekatan)
Metoda ini dapat dilakukan kapan saja untuk menciptakan kebaikan dan harmonisasi hubungan antara pendidik dan objek didiknya.

7. TAHKIIM (Mengangkat penengah)
Meminta pihak ketiga yang ‘arif sebagai hakim atau penengah untuk memutuskan perbedaan dan perselisihan yang ada.

8. TA’SYIIR (Menggunakan Isyarat)
Banyak anggota tubuh ini yang bisa dijadikan sebagai isyarat supaya objek didik melakukan sesuatu. Bisa menggunakan kedipan mata, gerak tangan, gelengan kepala, ataupun anggota badan lainnya. Isyarat juga bisa menggunakan benda-benda tertentu. Metoda TA’SYIIR ini kadang tidak berhasil, karena objek didik memerlukan daya tangkap dan persepsi yang yang tinggi untuk menangkap maksud yang tersirat. Walaupun begitu metoda ini juga bisa meningkatkan kepekaan komunikasi dengan orang lain.

9. TAQRIIR (Memberi persetujuan secara tersirat)
Memberi persetujuan tanpa kata, bisa berupa senyuman, sikap, atau membiarkan objek didik meneruskan hal benar yang dilakukannya. Jadi, metoda ini dilakukan apabila objek didik melakukan perbuatan benar dan tidak menyalahi aturan.

10. TALWIIH (Menyalahkan atau membenarkan secara simbolis)
Talwiih ini bersifat simbolis, bisa menggunakan simbol tertentu atau kiasan untuk menyalahkan atau membenarkan, menyatakan persetujuan atau penolakan terhadap orang lain.

11. TARWIIH (Memberi penyegaran fisik dan mental)
Sebagai pendidik, seharusnya melakukan hal yang bisa menyenangkan dan menyegarkan objek didik, baik rohani maupun jasmaninya. Jangan terus menjejali waktu dan kapasitas otaknya tanpa henti, sehingga mereka tidak selalu berada dibawah tumpukan sekam dan tekanan psikis. Manusia dengan fitrahnya masih perlu bersantai-santai. Gunakanlah metoda ini dengan ‘arif.

12. TAQSHIIR (Mengurangi)
Mengurangi atau meringankan beban/tugas yang harus dikerjakan sehingga tugas itu dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu harus memberi toleransi atas beban/tugas yang dikerjakan objek didik. Dengan metoda ini diharapkan objek didik mempunyai tanggung jawab mentataati dan tidak merugikan dirinya sendiri dengan menyelesaikan tugasnya.

13. TABSYIIR (Menjanjikan balasan yang baik)
Maksudnya, menggembirakan dengan menjanjikan hal-hal yang menyenangkan (sebagai contoh memberi hadiah, dll) apabila objek didik/yang bersangkutan menepati dan mengerjakan apa yang telah diperoleh atau dipelajarinya. Metoda ini juga harus dilakukan dengan ‘arif sesuai kondisi.

14. TAMTII’ (Memberi hadiah tambahan)
Pemberian tambahan di luar dari ketentuan yang sudah diberlakukan ini hanya dilakukan untuk objek didik yang kesadaran morilnya masih kurang. Jangan dijadikan kebiasaan hanya untuk memanjakannya, dan lakukan secara bijaksana juga dengan memahami perkembangan mental objek didik.

15. TA’ZIIZ (Memberi kehormatan)
Memberikan tanda kehormatan atau penghargaan kepada yang bersangkutan/objek didik karena prestasi/hal baik yang telah dilakukannya. Selain digunakan di dunia pendidikan secara khusus, metoda Ta’ziiz ini secara umum digunakan di lingkungan perusahaan atau instansi. Bagi karyawan yang benar-benar berprestasi tinggi biasanya diberi jabatan yang lebih tinggi pula.

16. To be continue…

17 komentar:

lina@happy family mengatakan...

Saya baru tahu mengenai Metodologi 30 T ini. Memang Islam luar biasa ajarannya...

NURA mengatakan...

salam sobat,,,info memberikan ilmu banyak nich...
semoga 15 metode tersebut dapat dijalankan ,,,walau dengan bertahap.
siip ,,,sobat saya dapat ilmu lagi dari sini, trims.

Risefa mengatakan...

wah jadi penasaran tentang nomer 16 sampai 30, kenapa harus pake to be continue sobb? Islam memang luar biasa dan sangat mengagumkan.

genial mengatakan...

kehidupan nyata itu ialah kamar mandi di rumah, dapur, wc, spitenk, pagar, bunga, garpu sendok, ember, kayu, tanah, air got, gigi palsu, rambut gondrong, soffel rasa jeruk, lotion pemutih, supermarket, superman, atau bahkan sepu sekalipun hingga tatanan ekonomi baik ekonomi internasional maupun ekonomi pilar masyarakat hedonis penyembah konsumerialis yang menjulang menanduk langit... apapun.

nnahh, bagaimana manusia menyikapi itu semua dengan metode Qur'ani, dengan metode pendidikan (lengkap) seperti tertuang di coretan bersambung itulah perjalanan menembus tujuh langit yang berujung di telapak kaki-Nya.

JT mengatakan...

@Lina@happy family, Nura: Mudah2an saja posting ini bisa berbagi dan bermanfaat.
@Risefa: iya ni to be continue, habis ngetiknya di rental. uangnya kagak cukup, mati lampu lagi :D :D :D


Nice Smiling4All

JT mengatakan...

@Gen: Gennnns aye kan baru bljar alif-alif an. iqra'1 sj kagak tamat2 :D
Ontologi n epistemologi itu harusnya dibahas di posting BANG SIOMAY.

Hermeneutik aye kan baru nyampe klw manusia itu hanya makhluk dengan ruh, as-siru, jiwa, hati dan akal yang sempurna, yang dengan kesemua itu.
Mudah2 an kita bisa mengkombinasikan semua metoda yang kita tahu. bukan hanya verbal.

Aye juga baru tahu kalau ketut itu tidak selamanya bunyi. :D

Gennn kita (kita, Aye kali) juge hanya tahu Puncak OTAK itu, DIA.

Ayo sopo yang bisa menjawab BANG GENNNSS. Monggo... Silahkannnnn !!!! Di tunggu !!!

Nice Smiling4U

NURA mengatakan...

salam sobat.saya coba berusaha menjawab
kita manusia semua bisa menyikapi segala yang nyata atau tidak,,secara metode QUR'ANI dan metode pendidikan asalkan kita manusia selalu tawakal dan selalu tekun ibadah serta berdoa juga berserah diri kepada ALLAH SWT, pasti mendapatkan keberhasilan, keselamatan dan kelancaran dan keringanan walaupun ditempuh dengan perjalanan menembus tujuh langit yang berujung ditelapak kakiNYA.

eNeS mengatakan...

Hehe17845x bisa leuwih serious oge yeuh...
Segala yang baik berasal dari Tuhan, bahkan metode "400" (hasil temuan baru yeuh meunang jelema lieur, hehe17809x) ge berasal dari Tuhan. Kecuali yang menyesatkan itulah yang bukan. Kitu lin fren?

digital life mengatakan...

Mantap sob, teruslah berkarya untuk kemajuan bangsa ini..hehe357354 x 3546 = sabaraha??

irvan mengatakan...

mantap ni , baca lagi ahhh

Jalan Wali mengatakan...

Yang namanya ilmu dan semua metode baik 30 atau tak terbatas, semua bermuara pada Qur'ani dan sang sutradara kehidupan Allah Azza Wajalla sudah memberikan kepada manusia kemampuan untuk menggalinya sampai dimana kemampuan kita untuk menangkap dan menguraikan isi qur'an,bagus sekali postingan ini

Penikmat Buku mengatakan...

makasih makasih untuk infonya ^^

rachmat mengatakan...

good inpo sob, diantosan 15 kelanjutannya,
punteun aya john trulli? bade kalebet nyeukel lauk hiji :D

metabolism foods mengatakan...

terima kasih atas infonya
kebetulan saya lagi mencari artikel tentang pendidikan islam

rizqiqudrat mengatakan...

lanjutkan

OUR HIMMAH mengatakan...

mana ini lanjutannya,,,ditunggu segera???

abdul rosid mengatakan...

lah seng 16 teko 30 ndy iki???

Poskan Komentar

Terimakasih Atas Kunjungannya...!!! Nice Smiling4U. Thanks!!!

 

The Best Blogger

Site Info...

Back Link Otomatis